Family Dental Clinic

Denticfamily adalah tempat yang ideal bagi Anda dan keluarga untuk melakukan perawatan gigi.Kami siap untuk melayani seluruh perawatan gigi Anda, mulai dari pembersihan plak dan karang gigi sampai ke pemasangan kawat gigi yang rumit.

Klinik perawatan gigi Denticfamily, memberikan pelayanan yang Prima karena didukung oleh tim yang profesional, serta ditunjang oleh berbagai peralatan dan fasilitas yang lengkap dan modern untuk mendukung keberhasilan setiap perawatan.

Endodontics or Root Canal Treatment (English Version I)

What is root canal?
Root canal treatment or endodontics is used to save the tooth when the dental pulp (blood vessel and nerve in the centre of the tooth) dies and the tooth become infected. The cause of infection is usually decay in the tooth, under the filling or in the fracture of the tooth. Without treatment, this can cause a dental abscess resulting in pain, swelling and infection of the jaw bone.

The only alternative to carrying out root canal treatment is to remove the tooth. Altough some people would prefer an extraction, it is usually best to keep as many natural teeth as possible. Before surgery, you may given antibiotics to control any infection that has gone beyond the tooth to the bone.

When the pulp of the tooth is dying or has died, the pulp chamber becomes infected. The body's own natural defences cannot fight the infection because no circulation remains in the tooth. Root canal treatment is used to open up the pulp chamber, clean up the infected remains of the pulp and feel the chamber with an inert (non-active) material to prevent the infection returning.


What to excpect?

After the dentist numb your tooth, the dentist may use a rubber dam to keep the tooth area dry and free of saliva. A rubber dam is simply a piece of rubber that fits over the tooth and isolates it from the rest of the mouth. The dentist will then prepare the tooth by drilling an opening. After the dentist remove all the decay and bacteria, the dentist will use root canal files to clean out the canals (roots) of the tooth.

Root canal files are small instruments that increase in diameter and fit down into the canals enabling the dentist  to remove the pulp of the tooth.

Some dentists like to wait a week or two before they finish a root canal, to make sure that there is no discomfort or further infection. If this is the case, the dentist will thoroughly clean the tooth and ussualy put some soothing medicine inside and seal it closed with a temporary filling material.

At the final stage of a root canal teratment, the dentist will usually fill the canals with a rubber filling material called gutta percha. After the canals are filled, a regular filling will be placed in the tooth.

Apa Itu Fluoride? (Part II)

APLIKASI FLUOR

Aplikasi fluor dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sistemik dan secara topikal. Pemberian sistemik biasanya dilakukan pada ibu hamil atau anak-anak. Sedangkan untuk pemberian secara topikal dilakukan dengan pembubuhan atau pengolesan larutan fluor pada permukaan email.

Sediaan fluor yang diaplikasikan dalam bentuk Natrium fluorida 2% yang tersedai di pasaran dalam bentuk gel. Sebelum dilakukan aplikasi seluruh permukaan gigi harus diprofilaksis. Isolasi dengan cotton roll atau rubber dam, keringkan seluruh permukaan gigi dengan semprotan angin. Ulaskan Natrium fluorida 2% pada permukaan gigi, biarkan selama 3-5 menit. Setelah aplikasi, pasien akan diinstruksikan untuk tidak makan dan minum selama krang lebih 30 menit.

Mau Gigi dan Mulut Sehat..? Mudah Caranya!

Menjaga dan merawat gigi dan mulut agar tetap bersih dan sehat tidaklah sulit. Yang perlu anda lakukan adalah melakukan beberapa langkah ini dengan rutin dan disiplin. Kami merangkum beberapa hal yang dapat dengan mudah anda lakukan di rumah, antara lain ;
  1. Sebaiknya tidak hanya menyikat gigi saja tetapi juga menyikat bagian lidah dan pipi (dinding dalam).
  2. Mengganti sikat gigi sebulan sekali.
  3. Mengganti pasta gigi secara teratur, karena tubuh  yang sudah terbiasa dengan bahan aktif tertentu akan berhenti bereaksi dari waktu ke waktu.
  4. Membiasakan diri untuk menyikat gigi sebelum sarapan, sesudah makan dan sebelum tidur.
  5. Rutin menggunakan obat kumur tenggorokan secara menyeluruh, terutama setelah mengkonsumsi makanan yang manis atau asam.
  6. Menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menghilangkan sisa-sisa makanan, dan tidak menggunakan tusuk gigi karena dapat melukai mukosa mulut.
  7. Mengunyah permen karet setelah makan dapat membantu menyerap racun dan mengurangi akumulasi plak lunak.
  8. Jika diperlukan bisa berkumur dengan cairan antibakteri untuk menghilangkan bakteri secara keseluruhan.
  9. Menggunakan irrigator oral untuk membantu membersihkan ruang antara dentogingival lebih efektif, selain itu intensitas semprotan air pada gusi dapat meningkatkan aliran darah.
Selain melakukan hal-hal tersebut, untuk membantu membuat gigi dan mulut lebih sehat ada beberapa hal lain yang perlu anda lakukan ;

Memilih makanan untuk gigi sehat
Gigi membutuhkan banyak kalsium untuk membuat enamel gigi semakin kuat, karenanya konsumsilah makanan yang mengandung kalsium seperti produk susu, ikan, kacang-kacangan, bit dan bayam.

Memilih minuman sehat
Selama ini orang mungkin beranggapan bahwa teh, kopi atau jus tidak baik untuk gigi, padahal sebenarnya minuman ini tidak merusak enamel gigi. Minuman bersoda lah yang paling banyak memiliki efek merusak gigi.

Merawat gigi dengan rutin
Gigi yang sehat sekalipun tetap memerlukan perawatan secara teratur dari waktu ke waktu. Hal ini berguna untuk membersihkan gigi, menghilangkan plak yang menempel dan memberikan perlindungan khusus terhadap gigi.
Dan jangan lupa periksakan gigi dan mulut anda secara rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali.

Apa Itu Fluoride? (Part I)

Fluor merupakan bahan alami yang banyak terdapat dalam tanaman dan binatang, dan merupakan ion fluorine yang dijumpai dalam jaringan hidup, terutama yang bermineralisasi seperti email gigi dan tulang. Banyak jenis makanan dan minuman yang mengandung bahan ini, termasuk beberapa jenis ikan dan teh.

Fluor terdapat dalam komponen hampir semua air alam segar, terutama air laut. karena kandungan bahan ini sedikit sekali, pengukurannya dilakukan dalam satuan bagian per sejuta (per part million) atau ppm. Sebagai contoh dalam air laut kandungan ini berkisar antara 0.8 sampai 1.4 ppm. Dengan kata lain setiap sejuta bagian air hanya terdapat sekitar 0.8 sampai 1.4 bagian fluoride saja.

Fluor ini sebetulnya adalah bahan alami dan sama sekali bukan bahan buatan. Tidak semua orang memiliki  kandungan fluor yang cukup dalam tubuhnya, namun bagi mereka yang karena suatu sebab kekurangan bahan ini, dapat memperbaikinya dengan dengan berbagai cara. 

Pada awalnya, efek yang sangat bermanfaat ini ditemukan karena gigi-gigi penduduk di geografis tertentu mengalami kerusakan gigi lebih sedikit dibanding daerah lainnya. Analisis yang cermat membuktikan bahwa penduduk yang suplai air minumya mengandung kadar alami sebanyak 1 ppm, memiliki kerusakan gigi setengahnya saja dibanding penduduk yang mengkonsumsi air tanpa fluor.

Sampai saat ini dikenal dua cara penggunaan fluor, yaitu penggunaan kolektif dan perorangan. Fluoridasi air minum, garam dapur, atau bahan lainnya adalah contoh penggunaan secara kolektif. Sedangkan untuk penggunaan perorangan antara lain menggosok gigi dengan odol yang mengandung fluor, penggunaan tablet, obat oles fluor dan sebagainya.
Fluor terdapat dalam pasta gigi, obat kumur, tablet dan obat tetes untuk bayi dan balita yang belum bisa menelan obat tablet. Selain itu, di beberapa negara fluor juga bisa didapat melalui suplai air minum dari perusahaan air minum. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah kerusakan gigi. Sejak ditemukannya efek menguntungkan ini, banyak kalangan masyarakat memutuskan menyesuaikan kadar fluor dalam suplai air minumnya hingga mendekati 1 ppm yang terbukti sebagai kadar yang menguntungkan dan bermanfaat bagi kesehatan gigi.

Gigi Bersih dan Rapi Tambah Percaya Dirimu

Pernah melihat atau mengalami sendiri gigi depan yang maju, memiliki gigitan silang, atau berjejal, atau keluhan lainnya sehingga mempengaruhi profil wajah? kalau ya, maka anda perlu menyimak artikel ini. 

Tahukah anda bahwa susunan gigi yang tidak teratur atau asimetris tentunya akan sangat mempengaruhi estetis dan menimbulkan masalah psikososial bagi penderita, kurangnya rasa percaya diri dan sebagainya. Begitu pula dengan gigi yang susunannya tidak atau kurang ideal, dapat menyebabkan gangguan fungsi kunyah atau masalah sendi rahang selain juga dapat mengganggu penelanan dan bicara. Gigi yang berjejal atau tumpang tindih lebih sulit dibersihkan, sehingga lebih rentan terhadap karies (lubang gigi), penyakit periodontal (jaringan pendukung gigi) atau trauma.

Keluhan-keluhan terhadap gigi seperti yang disebutkan di atas dalam istilah kedoteran gigi dikenal dengan Maloklusi. Apa yang menyebabkan terjadinya maloklusi? ada beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya maloklusi ini seperti ;
  1. Gangguan perkembangan janin, yang dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau faktor lingkungan saat ibu hamil. 
  2. Gangguan pertumbuhan gigi yang disebabkan oleh jumlah gigi yang kurang (anodontia/oligodontia) atau lebih (supernumerary teeth) dari normal. Bisa juga terjadi akibat kehilangan gigi susu secara dini.
  3. Gangguan pertumbuhan skeletal (tengkorak kepala) yang dapat disebabkan cedera yang dialami pada saat proses kelahiran yang sulit sehingga menyebabkan trauma kepala janin.
  4. Kebiasaan buruk menghisap jempol atau benda lain. Namun tidak semua kebiasaan buruk ini menyebabkan maloklusi, tergantung sampai berapa lama kebiasaan buruk itu bertahan.
  5. Ukuran gigi dan rahang yang tidak proporsional, biasa dikaitkan dengan perkawinan antar suku
Lalu bagaimana mengatasi hal ini?

Anda dapat melakukan Perawatan Ortodonsi. Apa itu? Menurut British Society of Orthodontics, ortodontik merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari khususnya tulang rahang dan wajah yang dapat mempengaruhi posisi gigi. Perawatan ortodonsi tidak semata-mata hanya merapikan susunan gigi yang tidak rata tapi juga mengembalikan fungsi pengunyahan yang normal.


Apakah semua dokter gigi dapat melakukan perawatan ini?
Perawatan ortodonsi mencakup banyak hal mulai dari pengetahuan yang lebih mendalam tentang tumbuh kembang, penetapan diagnosis, hingga pemasangan alat itu sendiri. Jadi lakukanlah perawatan ortodonsi kepada dokter gigi spesialis ortodensia bukan pada dokter gigi umum atau general practitioner.

Kapan tepatnya perawatan ini dilakukan?
Tidak ada batasan umur yang pasti, semua tergantung kepada kasus dan keadaan jaringan penyangga gigi, kebersihan mulut dan kemauan.
Perawatan ortodonsi dapat dilakukan pada saat gigi bergantian, bila diperkirakan susunan gigi tersebut akan berpengaruh besar di kemudian hari, dokter gigi akan menentukan kapan anak itu akan mulai dirawat. Perawatan ortodonsi dapat berupa alat cekat atau alat lepasan. Pada orang dewasa, karena pertumbuhan rahang sudah maksimal, biasanya menggunakan alat cekat.



development by VISIONSAGA | Dental Gallery Dental Gallery | Dental Pages Dental Pages