Kapan Waktunya Seseorang Dapat Perawatan Orthodonsi?
13:59
Dentic Family
Batasan umur yang pasti tidak ada, semua itu tergantung pada kasus, keadaan jaringan penyangga gigi, kebersihan mulut dan kemauan. Perawatan orthodonsi dapat dilakukan pada saat gigi bergantian, bila diperkirakan susunan gigi tersebut akan berpengaruh besar di kemudian hari. Dokter gigi yang memeriksa akan menentukan kapan anak itu mulai dirawat. Perawatan orthodonsi dapat berupa alat cekat dan alat lepasan. Penggunaan kedua alat ini tergantung pada kasusnya. Pada orang dewasa, karena pertumbuhan rahang sudah maksimal, biasanya menggunakan alat cekat.
Posted in
Mengapa Gigi Maloklusi Perlu Perawatan Orthodonsi?
13:30
Dentic Family
- Gigi depan yang maju, memiliki gigitan silang, atau berjejal dapat mempengaruhi profil wajah. Bila dilihat dari samping, profil wajah seseorang bisa cembung, datar atau rata. Hal ini tentu mempengaruhi estetika.
- Susunan gigi tidak teratur atau wajah asimetris dapat mempengaruhi estetis dan menimbulkan masalah psikososial bagi penderita. Gigi yang berjajar rapi dengan senyum yang menarik biasanya dihubungkan dengan status sosial yang positif dan hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang.
- Gigi yang susunannya tidak/kurang ideal dapat menyebabkan gangguan fungsi kunyah atau masalah sendi rahang. Selain itu juga dapat mengganggu penelanan atau bicara.
- Gigi yang berjejal atau tumpang tindih lebih sulit dibersihkan, sehingga lebih rentan terhadap karies (lubang gigi), penyakit periodontal (jaringan penumbuh gigi) atau trauma.
Posted in
Kawat Gigi Ini Untuk Apa?
12:54
Dentic Family
Menurut British Society of Orthodontics, ortodonstik atau ortodonsi adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari pertumbuhan dan perkembangan khususnya tulang rahang dan wajah yang dapat mempengaruhi posisi gigi. Perawatan ortodonsi tidak semata-mata merapikan susunan gigi yang tidak rata tapi juga mengembalikan fungsi pengunyahan yang normal.
Dalam kedokteran gigi jika seseorang memiliki:
- Susunan gigi yang tidak beraturan
- Hubungan gigi antar rahang atas dan bawah tidak ideal; maka kelainan tersebut dinamakan maloklusi
Hal - Hal Penyebab Maloklusi :
- Gangguan perkembangan janin, yang dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau faktor lingkungan saat Ibu sedang hamil.
- Gangguan pertumbuhan skeletal (tengkorak kepala) yang dapat disebabkan cedera yang dialami janin saat kelahiran, atau proses kelahiran yang sulit sehingga menyebabkan trauma kepala janin.
- Gangguan pertumbuhan gigi, yang disebabkan oleh jumlah gigi yang kurang (anodontia/oligodontia) atau lebih (supernumerary teeth) dari normal. Bisa juga terjadi akibat kehilangan gigi susu secara dini.
- Kebiasaan buruk mengisap jempol atau benda lain. Namun tidak semua kebiasaan buruk ini menyebabkan maloklusi, tergantung sampai berapa lama kebiasaan tersebut bertahan.
- Ukuran gigi dan rahang yang tidak proporsional, biasanya dikaitkan dengan perkawinan antar suku. Bisa terjadi giginya berukuran besar namun rahangnya berukuran kecil sehingga tidak sanggup menampung semua gigi yang ada, dan gigi menjadi berjejal.
Posted in
Orthodontics
Langgan:
Entri (Atom)


